Presiden bahkan sempat menyinggung hal tersebut dalam pidato Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI, Jumat (14/8/2026). Menurut Presiden, Garuda yang hampir dipailitkan dan memiliki puluhan pesawat grounded yang tak bisa diperbaiki kini berhasil mengaktifkan kembali pesawat-pesawat tersebut.
Hingga Juni 2026, jumlah pesawat yang kembali beroperasi mencapai 104 unit. "Garuda Indonesia yang sudah sekian tahun rugi, sekarang sudah ada harapan untuk kembali untung," ujar Prabowo kala itu.
Berdasarkan laporan keuangan sepanjang semester I-2026, GIAA membayar USD232,1 juta untuk aset pemeliharaan pesawat, terutama perawatan mesin. Nilai ini lebih dari tiga kali lipat dibanding periode yang sama tahun lalu.
Di sisi lain, utang perseroan berkurang. Total pinjaman GIAA, termasuk liabilitas sewa, obligasi, dan pinjaman bank, turun 4 persen menjadi USD3,76 miliar per 30 Juni 2026 dari USD3,92 miliar pada akhir 2025.
Liabilitas sewa turun dari USD2,49 miliar menjadi USD2,34 miliar setelah perseroan membayar pokok sewa USD158,9 juta sepanjang semester I-2026. Arus kas operasional tercatat positif USD253,1 juta, dan kas serta setara kas per akhir Juni 2026 sebesar USD624,3 juta.