Di luar modal kerja, dana IPO akan dipakai sebesar Rp12,2 miliar untuk belanja modal. Rinciannya Sekitar Rp10,7 miliar digunakan untuk membangun gedung baru di Purwomartani, Sleman, DIY yang lokasinya 1,5 kilometer (km) dengan gedung lama yang menjadi pusat aktivitas produksi.
Rencananya gedung baru akan dimanfaatkan untuk kepentingan manajemen serta distribusi pemasaran. Gedung baru dinilai diperlukan karena hingga saat ini perseroan belum memiliki gedung yang terpisah dengan fasilitas produksi, sehingga ruang produksi belum dapat dioptimalkan.
Rencananya, pembangunan akan dilakukan oleh PT Mutiara Timur Indonesia yang tidak terafiliasi dengan perseroan. Meski begitu, sampai saat ini belum ada kontrak resmi dengan vendor tersebut.
Selain gedung, Rp10 miliar untuk membeli kendaraan logistik dan operasional serta Rp500 juta untuk membeli perlengkapan gedung baru seperti furnitur, AC, interior, serta instalasi.
Selain itu, perseroan juga akan memanfaatkan dana IPO untuk membayar utang senilai Rp12 miliar. Rinciannya, utang kepada pemegang saham pengendali, PT Gama Multi Usaha Mandiri Rp2 miliar dengan sisa saldo utang Rp8,27 miliar, serta melunasi utang kepada Yayasan UGM sebesar Rp10 miliar.