“Bagi kami, IPO bukan sekadar aksi korporasi untuk memperoleh pendanaan. Langkah ini merupakan bagian dari transformasi PT Swayasa Prakarsa menjadi perusahaan yang semakin transparan, akuntabel, dan berkelanjutan, sekaligus memperluas dampak inovasi kesehatan karya anak bangsa,” ujar Direktur Utama PT Swayasa Prakarsa Tbk, Bondan Ardiningtyas dalam keterangan tertulis.
Ke depan, perseroan akan fokus pada pengembangan produk kesehatan dalam negeri sebagai salah satu pilar pertumbuhan. Melalui kolaborasi dengan peneliti, tenaga kesehatan, mitra industri, fasilitas pelayanan kesehatan, dan jaringan distribusi, Swayasa berupaya mempercepat proses hilirisasi agar hasil riset dapat berkembang menjadi produk yang digunakan secara luas oleh masyarakat.
Berikut gambaran penggunaan dana IPO PT Swayasa Prakarsa Tbk:
1. Modal Kerja Rp15,8 miliar
- Bahan baku Rp5 miliar
- Operasional (gaji karyawan, perizinan, transportasi, utilitas kantor, dll) Rp4 miliar
- Peralatan penunjang produksi (dehumidifier, handpallet, forklift, dll) Rp2,3 miliar
- Pemasaran produk dan jejaring (business matching, pameran, dll) Rp2 miliar
- SDM Rp500 juta
- Sistem ERP Rp400 juta
2. Belanja Modal Rp12,2 Miliar
- Pembangunan gedung baru Rp10,7 miliar
- Kendaraan logistik dan operasional Rp1 miliar.
- Peralatan gedung baru (furniture, AC, dll) Rp500 juta
3. Pembayaran Utang Rp12 Miliar
- Membayar sebagian utang kepada PT Gama Multi Usaha Mandiri Rp2 miliar
- Melunasi utang kepada Yayasan UGM Rp10 miliar
(Rahmat Fiansyah)