AALI
8900
ABBA
230
ABDA
7075
ABMM
845
ACES
1415
ACST
252
ACST-R
0
ADES
1915
ADHI
1005
ADMF
8250
ADMG
163
ADRO
1315
AGAR
422
AGII
1125
AGRO
1135
AGRO-R
0
AGRS
470
AHAP
68
AIMS
380
AIMS-W
0
AISA
238
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
595
AKRA
3200
AKSI
535
ALDO
930
ALKA
244
ALMI
250
ALTO
382
Market Watch
Last updated : 2021/06/11 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
482.65
-0.44%
-2.14
IHSG
6095.50
-0.2%
-12.04
LQ45
901.64
-0.42%
-3.77
HSI
28842.13
0.36%
+103.25
N225
28948.73
-0.03%
-9.83
NYSE
0.00
-100%
-16620.00
Kurs
HKD/IDR 1,826
USD/IDR 14,188
Emas
866,552 / gram

Tak Hanya Nunggak Sewa Pesawat, Garuda Juga Menumpuk Utang ke BUMN Lain

MARKET NEWS
Suparjo Ramalan/Sindonews
Kamis, 10 Juni 2021 11:54 WIB
Perusahaan penerbangan pelat merah ini melakukan banyak efisiensi hingga penundaan pembayaran ke sejumlah pihak.
Perusahaan penerbangan pelat merah ini melakukan banyak efisiensi hingga penundaan pembayaran ke sejumlah pihak. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - PT Garuda Indonesia mengalami kondisi keuangan yang buruk, apalagi sejak pandemi Covid-19. Akibatnya, perusahaan penerbangan pelat merah ini melakukan banyak efisiensi hingga penundaan pembayaran ke sejumlah pihak. 

Pemerintah pun tengah melakukan kajian bersama penasehat atau tim konsultan keuangan untuk membahas skema restrukturisasi dengan kreditur Garuda Indonesia. Ini dilakukan lantaran Garuda tiap bulan merugi. "Saat ini beroperasi minimum sekitar 50-an pesawat, kita harus mengambil tindakan yang drastis, maka ini tinggal tunggu waktu karena cash flow terbatas, setiap bulan minus, kami sedang lakukan kajian dengan para advisor untuk mengambil tindakan dengan kreditur," ujar Tiko sapaan akrab Kartika dikutip, Kamis (10/6/2021).

Dia menjelaskan, manajemen Garuda selama ini juga sudah melakukan penundaan pembayaran baik ke lessor, maupun perusahaan pelat merah lain, seperti PT Angkasa Pura. 

Sementara dari Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (9/6/2021), penundaan pembayaran juga dilakukan untuk tunjangan atau gaji karyawan Garuda. Gaji yang belum dibayar per 31 Desember 2020 sebesar 23 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp327,9 miliar.

Selain itu, adanya pergantian kode PK atau Indonesia menjadi VQ atau Bermuda. Artinya, pesawat yang disewa maskapai penerbangan nasional tersebut sudah dikembalikan kepada lessor atau perusahaan penyewa pesawat karena Garuda Indonesia menunggak biaya leasing atau sewa guna usaha. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD