IDXChannel - Indeks-indeks Wall Street ditutup melemah pada Kamis (23/6/2026). Nasdaq anjlok lebih dari 2 persen, seiring laporan kinerja keuangan terbaru dari perusahaan-perusahaan teknologi besar yang kembali memicu kekhawatiran terkait pengeluaran besar-besaran untuk kecerdasan buatan (AI).
Sementara melonjaknya harga minyak memperparah kekhawatiran inflasi dan mendorong kenaikan imbal hasil obligasi.
Indeks S&P 500 turun lebih dari 1 persen karena penurunan terjadi secara luas setelah para investor tidak terkesan dengan hasil kuartal kedua dari Alphabet (GOOGL.O), dan Tesla (TSLA.O) yang merupakan perusahaan-perusahaan raksasa pertama dari kelompok “Magnificent Seven” yang melaporkan hasilnya pada musim ini.
Saham-saham mengalami tekanan tambahan karena harga minyak mentah Brent berjangka ditutup di atas USD100 per barel untuk pertama kalinya sejak Mei, sementara harga minyak mentah AS berjangka ditutup di atas USD92.
Meningkatnya ketegangan di Timur Tengah memicu kekhawatiran terkait pasokan minyak global. Militer AS melancarkan serangkaian serangan udara baru terhadap Iran, dan Iran membalas dengan menembaki pangkalan-pangkalan AS di negara-negara tetangga.
Lonjakan harga minyak yang diakibatkannya memicu kekhawatiran akan inflasi beberapa hari menjelang rapat kebijakan Federal Reserve berikutnya.
“Kenaikan harga minyak dengan laju seperti ini menimbulkan risiko makroekonomi dan pasar yang signifikan,” kata Wakil kepala strategi investasi di Manulife John Hancock Investments Matt Miskin dikutip Reuters, Jumat (24/6/2026).