Hingga 31 Desember 2025, 82,7 persen tanaman sawit TAPG berada pada fase produktif alias tanaman menghasilkan optimal (7-20 tahun). Sisanya 4,4 persen adalah tanaman muda (4-6 tahun), 6,9 persen tanaman yang belum menghasilkan (0-3 tahun), dan tanaman tua (lebih dari 20 tahun) sebesar 6 persen.
Selain CPO, TAPG juga mencatat peningkatan produksi pada pabrik kelapa sawit (PKS) sebesar 3 persen pada 2025. Saat ini, total PKS berjumlah 18 unit dengan tingkat kapasitas terpasang 995 ton per jam. Pada 2026, perseroan siap membangun 1 PKS lagi dengan kapasitas 30-45 ton per jam.
Dari sisi aset, TAPG memiliki aset lancar Rp3,98 triliun, tumbuh 32 persen dengan total aset naik 3 persen menjadi Rp14,70 triliun. Adapun liabilitas turun 1 persen menjadi Rp3,01 triliun imbas penurunan liabilitas jangka pendek 21 persen, sedangkan ekuitas naik 4 persen menjadi Rp11,69 triliun.
Arus kas yang diperoleh dari aktivitas operasi sepanjang 2025 juga meningkat 6 persen menajdi Rp3,4 triliun. Kenaikan tersebut mengindikasikan laporan keuangan menghasilkan uang secara nyata.
(Rahmat Fiansyah)