IDXChannel - Pengamat Ekonomi, Mata uang, dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi memproyeksi tekanan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan berlanjut pada perdagangan Senin 2 Februari mendatang.
Dia menilai, sentimen tekanan IHSG pada pekan depan bersumber dari hasil rilis Analis Goldman Sachs Group Inc, yang memangkas peringkat saham Indonesia menjadi underweight.
Keputusan ini buntut dari hasil MCSI yang menilai pasar saham Indonesia masih kurang transparan.
"Perdagangan saham hari Senin, kemungkinan IHSG di suspend kembali karena Goldman Sach menurunkan rating saham Indonesia menjadi underweight," ujarnya dalam pernyataan tertulis, Sabtu (31/1/2026).
Ibrahim menyebut sentimen ini akan membuat dana asing yang ditempatkan di pasar saham RI akan kembali ditarik oleh para investor. Sehingga proyeksinya, koreksi terhadap IHSG kembali berlanjut pada pekan depan.
"Sama seperti MSCI, tinggal tunggu JP Morgan saja. Diperkirakan investor asing akan lakukan aksi jual," tuturnya.
Sekedar informasi tambahan, penurunan peringkat saham Indonesia oleh Goldman Sach merupakan buntut kekhawatiran MSCI yang akan menurunkan klasifikasi pasar modal dari emerging market menjadi frontier market. Hal ini memicu dana asing keluar lebih dari USD13 miliar atau setara Rp217 triliun.
"Kami memperkirakan penjualan pasif masih berlanjut dan menilai perkembangan ini menjadi beban (overhang) yang akan menghambat kinerja pasar," kata para analis Goldman Sachs, termasuk Timothy Moe, dalam laporannya.
Potensi penurunan status pasar dan dikombinasikan dengan meningkatnya tekanan jual di pasar akan membuat likuiditas menurun. Sehingga diperkirakan mendorong investor long-only untuk menyeimbangkan ulang portofolionya. Situasi ini juga berpotensi memicu arus spekulatif dari hedge fund.
(kunthi fahmar sandy)