IDXChannel - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) melakukan perombakan pada jajaran Dewan Komisaris. Langkah itu dilakukan untuk memperkuat struktur kepemimpinan sekaligus mendukung keberlanjutan atas transformasi TelkomGroup pada tahun 2026.
Telkom mengangkat dua nama baru dalam jajaran Komisaris yang diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Senin (8/6/2026) yakni Anthony Leong dan Edwin Hidayat Abdullah. Kedua sosok tersebut menggantikan anggota komisaris yang lama, Silmy Karim dan Rionald Silaban.
Anthony Leong diketahui adalah pengusaha sekaligus pegiat komunikasi digital. Dia tercatat menjadi salah satu kandidat Ketua Umum HIPMI periode 2026-2029.
Sementara itu, Edwin Hidayat Abdullah saat ini menjabat sebagai Direktur Jenderal Ekosistem Digital di Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Dia pernah memegang sejumlah jabatan strategis di BUMN mulai dari PT Angkasa Pura II (Persero) hingga pernah menjadi Komisaris Telkom pada periode 2018-2019.
Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini mengatakan, perseroan berkomitmen mendorong strategi transformasi TLKM 30. Strategi ini mulai menunjukkan hasil di mana dari sisi Operational & Service Excellence, perseroan meningkatkan efisiensi melalui program TOTEX, perbaikan arus kas operasional, serta implementasi program Pensiun Dini dan Governance Reset.
Sejalan dengan transformasi, Telkom mencatat pendapatan sebesar Rp146,74 triliun pada 2025 dengan EBITDA Rp72,24 triliun dan laba bersihRp17,81 triliun. Sebagai tindak lanjut agenda total governance reset, perseroan melakukan percepatan depresiasi yang berdampak pada kontraksi net income. Namun, dampak tersebut bersifat non-cash sehingga secara operasional fundamental bisnis tetap terjaga dan arus kas tetap kuat.
Pada aspek Streamlining, Telkom melakukan penyederhanaan portofolio bisnis, termasuk divestasi non-core dan fokus kembali ke bisnis inti telekomunikasi dan digital. Sebanyak enam entitas telah dirampingkan, dengan transaksi divestasi AdMedika Group berhasil diselesaikan pada (2/6). Di sisi Unlocking Value, Telkom telah memulai monetisasi aset infrastruktur melalui spin-off aset dan bisnis wholesale fiber connectivity ke InfraNexia dengan target penyelesaian pada kuartal ketiga serta membuka kembali inisiatif kemitraan strategis bisnis data center.
Sementara itu, dalam Modus-operandi shift, Telkom mulai bertransisi ke model HoldCo–OpCo dengan pelaporan berbasis segmen untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas kinerja. Secara keseluruhan, 2025 menjadi tahun fondasi untuk memperkuat struktur bisnis dan menyiapkan pertumbuhan yang lebih berkualitas ke depan, sejalan dengan upaya perseroan dalam menciptakan nilai dan pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.
“Keputusan-keputusan yang diambil dalam RUPST ini mencerminkan komitmen Telkom untuk terus meningkatkan kinerja dan menciptakan nilai tambah. Tahun ini, kami melakukan percepatan dalam eksekusi strategi transformasi TLKM 30 secara disiplin dan terukur, serta memastikan setiap langkah yang diambil mampu berkontribusi dalam membangun ekosistem digital nasional yang semakin maju, inklusif, dan berdaya saing global,” kata Dian.
Berikut susunan Komisaris dan Direksi Telkom hasil RUPST 8 Juni 2026:
KOMISARIS
Komisaris Utama: Angga Raka Prabowo
Komisaris Independen: Deswandhy Agusman
Komisaris Independen: Anthony Leong
Komisaris Independen: Ira Noviarti
Komisaris Independen: Rofikoh Rokhim
Komisaris: Rizal Mallarangeng
Komisaris: Edwin Hidayat Abdullah
Komisaris: Ossy Dermawan
DIREKSI
Direktur Utama: Dian Siswarini
Direktur Enterprise & Business Service: Veranita Yosephine
Direktur Human Capital Management: Willy Saelan
Direktur Keuangan & Manajemen Risiko: Arthur Angelo Syailendra
Direktur Network: Nanang Hendarno
Direktur Strategic Business Development & Portfolio: Seno Soemadji
Direktur Wholesale & International Service: Budi Satria Dharma Purba
Direktur IT Digital: Faizal R. Djoemadi
Direktur Legal & Compliance: Andy Kela
(Rahmat Fiansyah)