Salah satu agenda Unlock Value adalah pemisahan aset dan bisnis wholesale fiber connectivity ke InfraNexia yang rampung pada 30 September 2026. Melalui langkah tersebut, lebih dari 90 persen aset jaringan TelkomGroup dikonsolidasikan ke InfraNexia untuk dikembangkan melalui model bisnis carrier-neutral dan open-access. Perseroan juga melanjutkan penataan organisasi, termasuk melalui program pensiun dini, untuk membangun struktur yang lebih efektif dan produktif.
Nanang mengatakan, streamlining menjadi salah satu prioritas transformasi tahun ini. Penataan portofolio dan penyelarasan peran antarentitas diharapkan membuat TelkomGroup lebih ramping, sederhana, dan adaptif, sekaligus meningkatkan fokus pada bisnis yang menciptakan nilai tambah berkelanjutan.
“Kami optimistis dapat menutup tahun 2026 dengan kinerja yang semakin solid dan prima. Sejalan dengan itu, TelkomGroup akan terus meningkatkan kualitas layanan dan menghadirkan customer experience terbaik, sehingga setiap inovasi dan kapabilitas yang kami kembangkan dapat memberikan manfaat secara maksimal bagi pelanggan dan masyarakat,” pungkasnya.
(Rahmat Fiansyah)