Di balik rekor tersebut, pelaku pasar tengah bersiap mencermati sejumlah sentimen krusial, terutama dari dalam negeri terkait rilis realisasi APBN 2025.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dijadwalkan menggelar konferensi pers APBN KiTa edisi Januari 2026 siang ini pukul 13.30 WIB untuk memaparkan performa anggaran tahun lalu secara menyeluruh.
Perhatian utama investor tertuju pada rincian pendapatan negara, belanja, hingga besaran defisit yang dikhawatirkan membengkak melampaui target awal. Realisasi pendapatan akan menjadi indikator vital untuk menilai kemampuan negara dalam mengumpulkan penerimaan di tengah dinamika ekonomi global, termasuk besaran potensi shortfall pajak.
Selain itu, pasar juga menanti detail realisasi belanja pada program prioritas, seperti Makanan Bergizi Gratis (MBG), serta alokasi untuk subsidi dan bantuan sosial (bansos) sepanjang 2025.
(NIA DEVIYANA)