"Sementara itu beredar kabar bahwa BULL akan melakukan rights issue dengan tujuan melakukan backdoor sekitar 30 kapal tanker. Namun, hal ini belum terkonfirmasi secara resmi," ujarnya, Rabu (5/8/2026).
Dari sisi fundamental, Michael menilai kinerja BULL juga menunjukkan tren pertumbuhan yang solid. Laba bersih perseroan, kata Michael, meningkat dari USD13,8 juta menjadi USD24,4 juta, atau tumbuh sekitar 72 persen secara tahunan.
"Beberapa analis juga memproyeksikan laba bersih BULL pada 2026 dapat meningkat hingga sekitar USD42 juta," tutur Michael.
Prospek saham BULL memang dinilai masih menarik di tengah beredarnya kabar bahwa Grup Sinar Mas semakin dekat mengakuisisi perusahaan pelayaran gas asal Korea Selatan, Hyundai LNG Shipping.
Dalam riset tertanggal 28 Juli 2026, UOB Kay Hian menyebut sejumlah laporan media mengindikasikan IMM Private Equity dan IMM Investment Corp hampir menyelesaikan penjualan Hyundai LNG Shipping kepada Grup Sinar Mas setelah melalui proses peninjauan keamanan nasional selama beberapa bulan.