Adapun pilar Land Development & Property meraih pertumbuhan sebesar 17 persen menjadi Rp1,91 triliun yang didukung oleh peningkatan penjualan pada tiga segmen utama, yakni tanah matang, tanah dan bangunan pabrik, serta tanah dan rumah.
Penjualan tanah matang mencapai Rp1,63 triliun, meningkat dibandingkan Rp1,43 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, penjualan tanah dan bangunan pabrik melonjak 291 persen menjadi Rp126 miliar dari sebelumnya Rp32,2 miliar.
Penjualan tanah dan rumah juga tumbuh 18 persen menjadi Rp77,8 miliar. Penguatan pendapatan pilar ini turut ditopang oleh peningkatan pengakuan penjualan lahan industri pada kuartal III-2026.
Secara khusus, pendapatan Land Development & Property pada kuartal III-2026 mencapai Rp1,91 triliun, lebih tinggi dibandingkan Rp974,9 miliar pada semester pertama 2026.
Sementara itu, pilar Infrastructure membukukan pendapatan Rp2,24 triliun, naik 15 persen dibandingkan Rp1,95 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Segmen ketenagalistrikan menjadi kontributor terbesar dengan pendapatan Rp1,51 triliun, meningkat dari Rp1,38 triliun, seiring konsumsi listrik tenant di Kendal dan Cikarang.