Kenaikan kinerja tersebut turut didukung oleh kondisi pasar timah global yang masih kuat. Harga rata-rata timah di London Metal Exchange (LME) sepanjang semester I 2026 mencapai USD50.319,19 per metrik ton, meningkat 56,68 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD32.115,77 per metrik ton.
Berdasarkan data CRU Tin Monitor, produksi logam timah global pada semester I 2026 tercatat sebesar 173.536 ton, sedangkan konsumsi mencapai 179.256 ton. Kondisi tersebut menunjukkan pasar timah global masih mengalami defisit pasokan.
Ke depan, PT Timah optimistis dapat mempertahankan momentum pertumbuhan seiring prospek permintaan timah dari sektor elektronik, semikonduktor, kendaraan listrik, pusat data, dan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Hingga semester I-2026, perseroan mencatat sumber daya timah sebesar 798 ribu ton dan cadangan timah sebesar 312 ribu ton. Perseroan akan terus meningkatkan produktivitas, mengoptimalkan aset, memperkuat tata kelola pertambangan, serta menerapkan praktik pertambangan berkelanjutan.
Penjualan logam timah PT Timah pada semester I 2026 masih didominasi pasar ekspor dengan kontribusi 97 persen dari total penjualan. Adapun negara tujuan ekspor terbesar meliputi China sebesar 36 persen, India 12 persen, Korea Selatan 11 persen, Singapura 6 persen, Belanda 5 persen, dan Italia 5 persen.
(Rahmat Fiansyah)