Meski demikian, Barito Pacific, SCGC, dan Thai Oil masih menguasai sekitar 74,3 persen saham TPIA sehingga arah strategis dan tata kelola perusahaan diperkirakan tidak berubah.
Free float yang lebih besar juga berpotensi meningkatkan likuiditas perdagangan dan peluang masuk ke lebih banyak indeks saham.
Dari sisi fundamental, Sucor menilai profil pendapatan TPIA kini semakin kuat karena mayoritas laba berasal dari bisnis Aster di Singapura yang berbasis dolar AS.
Struktur tersebut membuat arus kas perseroan lebih terlindungi dari volatilitas rupiah sekaligus memungkinkan perusahaan memperoleh biaya pendanaan yang lebih rendah melalui akses ke perbankan internasional.
Sucor menilai TPIA kini telah bertransformasi dari perusahaan petrokimia yang bersifat siklikal menjadi grup energi, petrokimia, dan infrastruktur yang terintegrasi.