Kebutuhan tersebut diyakini semakin meningkat seiring percepatan adopsi digital dan bertambahnya kebutuhan organisasi terhadap tenaga profesional dengan kemampuan teknis di bidang keamanan siber dan AI.
Dalam hal ini, Perseroan melihat perkembangan kebijakan keamanan siber Indonesia sebagai faktor yang dapat memperluas kebutuhan pasar.
Rancangan Undang-Undang Keamanan dan Ketahanan Siber (RUU KKS) yang saat ini masih dalam proses pembahasan diperkirakan dapat memperluas kewajiban keamanan siber pada infrastruktur kritis dan ekosistem pendukungnya.
Memasuki Semester II 2026, Perseroan akan tetap berfokus pada pelaksanaan proyek, pengembangan bisnis serta penguatan kapabilitas keamanan siber dan AI untuk mendukung pertumbuhan Perseroan.
Pada 5 Agustus 2026 lalu, saham CYBR masuk ke dalam IDX SMC Liquid Index (IDXSMC-LIQ) dalam evaluasi indeks terbaru, mencerminkan peningkatan likuiditas perdagangan dan memperluas visibilitas Perseroan di kalangan investor institusi.
"Kami terus melihat peluang di segmen korporasi, BUMN dan pemerintah. Fokus kami pada semester kedua adalah mengubah peluang tersebut menjadi proyek yang dapat dieksekusi dengan baik dan memberikan pertumbuhan yang sehat. Kami juga akan terus memperkuat kapabilitas di bidang keamanan siber, AI dan pengembangan talenta sebagai bagian dari pertumbuhan jangka panjang ITSEC Asia," ujar Dannacher.
(taufan sukma)