Penguatan profitabilitas BMRI juga berasal dari diversifikasi sumber pendapatan. Sepanjang 2025, pendapatan non-bunga meningkat 14,5 persen yoy menjadi Rp48,5 triliun, didorong oleh peningkatan aktivitas transaksi nasabah dan pemanfaatan layanan berbasis ekosistem, yang menjaga ketahanan fundamental secara jangka panjang.
Menurut kata Direktur Utama Bank Mandiri (BMRI), Riduan, pihaknya memang berkomitmen untuk menjaga posisi pengelolaan kualitas aset, likuiditas, dan profitabilitas secara disiplin dan terukur, sebagai fondasi utama pertumbuhan jangka panjang.
BMRI juga menanggapi penilaian Moody's yang memberikan outlook negatif kepada lima bank besar di Indonesia, termasuk Perseroan, dari sebelumnya stabil.
Menurut Corporate Secretary BMRI, Adhika Vista, penilaian eksternal terhadap sektor perbankan dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk juga dinamika makro ekonomi, pergerakan nilai tukar, serta kondisi fundamental perseroan.
"Hal tersebut turut menjadi pengingat bagi Bank Mandiri untuk mengantisipasi dinamika eksternal guna menjaga fundamental secara berkelanjutan," ujar Adhika.