AALI
10025
ABBA
406
ABDA
0
ABMM
1535
ACES
1415
ACST
272
ACST-R
0
ADES
2570
ADHI
1155
ADMF
7950
ADMG
234
ADRO
1735
AGAR
350
AGII
1470
AGRO
2020
AGRO-R
0
AGRS
210
AHAP
65
AIMS
500
AIMS-W
0
AISA
232
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
795
AKRA
4660
AKSI
458
ALDO
720
ALKA
250
ALMI
238
ALTO
300
Market Watch
Last updated : 2021/10/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
516.22
0.19%
+0.98
IHSG
6643.74
0.16%
+10.77
LQ45
970.79
0.27%
+2.64
HSI
26126.93
0.42%
+109.40
N225
28804.85
0.34%
+96.27
NYSE
0.00
-100%
-17099.21
Kurs
HKD/IDR 1,814
USD/IDR 14,120
Emas
814,092 / gram

Ubah Budaya Maskulin, Lippo (LPKR) Angkat Dua Wanita Jadi Komisaris dan Direksi

MARKET NEWS
Michelle Natalia
Rabu, 13 Oktober 2021 16:29 WIB
PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) secara resmi menempatkan dua orang wanita ke dalam jabatan utama perseroan.
Ubah Budaya Maskulin, Lippo (LPKR) Angkat Dua Wanita Jadi Komisaris dan Direksi. (Foto: MNC Media)

UDXChannel - PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) secara resmi menempatkan dua orang wanita ke dalam jabatan utama perseroan. Kedua sosok tersebut antara lain Gita Irmasari dan Kartini Sjahrir untuk menduduki posisi sebagai direksi dan komisaris.

Chief Executive Officer (CEO) LPKR, John Riady, mengakui langkah ini baru permulaan. Menurutnya, masih terdapat tantangan dalam menyesuaikan proses dan transformasi budaya korporat agar sesuai dengan nilai-nilai kehidupan masa depan.

“Kami sedang memulai melakukan perubahan dalam budaya korporasi. Kami juga mau mengubah budaya yang selama ini terkesan maskulin menjadi inklusif dengan mempromosikan learning together," ujar John di Jakarta, Rabu(13/10/2021).

Dia menjelaskan, diangkatnya kedua wanita itu sebagai direksi dan komisaris di LPKR merupakan wujud konglomerasi tersebut mendorong kesetaraan gender. Tidak hanya itu, langkah tersebut merupakan bagian visi masa depan Lippo untuk ikut menciptakan kehidupan sosial yang beragam sekaligus berkesinambungan.

Menurut John, inklusi dan keberagaman gender menjadi pilar yang sangat penting untuk mendorong dan mengakselerasi upaya transformasi budaya tersebut. Ke depan, katanya, manajemen akan berusaha untuk membuat inklusi dan keberagaman menjadi jati diri perusahaan. 

“Tentunya dengan adanya tune from the top dan terintegrasi secara budaya," imbuh John.

Pada lain sisi, penunjukkan dua sosok wanita profesional itupun sejalan dengan kemauan Lippo yang ingin menciptakan pembangunan berkelanjutan dari segala sisi, termasuk lingkungan kerja inklusif.

Target besar itu mulai diinisiasi Lippo yang kini sangat fokus menerapkan prinsip pembangunan berkelanjutan.

“Ada banyak komitmen kami menciptakan hal tersebut, mulai dari sisi hulu bisnis agar senantiasa merujuk kepada nilai ramah lingkungan, penataan bisnis pun wajib memuat nilai tersebut. Contohnya adalah setiap aset komersial kami bangun didasarkan pada banyak inovasi dan manajemen yang sangat minim konsumsi energi, bahkan kami melakukan pengelolaan air limbah juga,” kata John.

Adanya perubahan visi korporat sejalan dengan penunjukkan Gita Irmasari dan Kartini Sjahrir. Sosok Gita Irmasari, sebelumnya menjabat Head of Project & Developments (LPKR), merupakan seorang profesional yang sangat mengerti dengan visi pembangunan yang ramah lingkungan.

Selama sembilan tahun bergabung dengan LPKR, jebolan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) itu pernah mengepalai Divisi Health & Safety Enivronment, PMO and Quality Control LPKR. Profesionalitas Gita telah teruji dan diakui, salah satunya dipercaya sebagai salah satu dewan juri Kompetisi Penataan Kampung Kumuh Lingkup Rukun Warga.

Dengan pengalaman yang dimiliki, sosok Gita yang sarat pengalaman dan kemampuan memimpin bisnis Lippo sangat sesuai tuntutan nilai ramah lingkungan yang menjadi perhatian dari konsumen.

Sedangkan nama Nurmala Kartini Sjahrir sudah tak asing lagi bagi Lippo. Kartini telah menjabat sebagai Komisaris Independen di RS Siloam sejak 2018. Intelektual dengan latar belakang Antropologi tersebut merupakan pegiat sosial yang memiliki perhatian terhadap isu keadilan sosial maupun lingkungan.

Sejak masa kuliah, Kartini telah terlibat aktif dalam kegiatan Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Universitas Indonesia. Berbagai hutan ditempuh dan puncak gunung dia daki bersama rekan-rekannya termasuk almarhum tokoh aktivis 1966 Soe Hok Gie.

Mantan Duta Besar RI untuk Argentina itu juga pernah menjabat sebagai penasihat senior tentang perubahan iklim di Kemenko Marves memiliki pengalaman dalam pendidikan ketika ditunjuk sebagai Wali Amanat Universitas Sumatera Utara (USU) Penyandang gelar doctor dari Boston University itupun dianggap cocok untuk mengawasi arah LPKR untuk menjangkau kiblat pembangunan ekonomi berkesinambungan yang memiliki fokus pada masalah kesetaraan gender, kehidupan sosial yang harmonis, serta pelestarian lingkungan hidup.

“Selamat datang Ibu Kartini di keluarga besar LPKR dan selamat bertugas kepada Ibu Gita Irmasari yang kini masuk jajaran manajemen. Semoga dengan kehadiran kedua perempuan kuat ini visi membangun dunia properti yang berkelanjutan di Indonesia akan terwujud, dan komitmen LPKR sebagai perusahaan real estate terbesar di Indonesia dalam memberikan manfaat dan kontribusi akan semakin besar dan luas," tegas John. (TYO)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD