sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

UNTR Catat Laba Bersih Rp956 Miliar di Semester I-2026, Anjlok 88 Persen

Market news editor Rahmat Fiansyah
30/07/2026 17:30 WIB
PT United Tractors Tbk (UNTR), bagian dari Astra Group membukukan pendapatan bersih sebesar Rp58,3 triliun, turun hingga 15 persen.
PT United Tractors Tbk (UNTR), bagian dari Astra Group membukukan pendapatan bersih sebesar Rp58,3 triliun, turun hingga 15 persen. (Foto: Ist)
PT United Tractors Tbk (UNTR), bagian dari Astra Group membukukan pendapatan bersih sebesar Rp58,3 triliun, turun hingga 15 persen. (Foto: Ist)

Segmen Kontraktor Penambangan
Segmen usaha Kontraktor Penambangan dioperasikan oleh PT Pamapersada Nusantara (PAMA) dan anak usahanya PT Kalimantan Prima Persada (KPP Mining) atau PAMA Group. Sampai dengan semester pertama tahun 2026, PAMA Grup mencatatkan volume pekerjaan pemindahan tanah yang lebih rendah sebesar 10 persenmenjadi 481 juta bcm dan volume produksi batu bara untuk para kliennya turun 3 persen menjadi 67 juta ton dengan rata-rata stripping ratio sebesar 7,2x, mengikuti penyesuaian target produksi klien sesuai dengan RKAB yang telah disetujui.

Sejalan dengan peluang bisnis yang berkembang di sektor mineral selain batu bara, PAMA Group memperkuat ekspansinya ke sektor emas dan nikel. Langkah strategis ini merupakan bagian dari komitmen dalam membangun portofolio bisnis yang berkelanjutan serta memperkokoh fondasi pertumbuhan jangka panjang PAMA Group. Total pendapatan bersih dari segmen kontraktor penambangan naik 4 persen menjadi Rp27,2 triliun yang terutama disebabkan karena penguatan kurs dolar AS

Segmen Pertambangan Batu Bara Termal dan Metalurgi

Segmen pertambangan batu bara termal dan metalurgi dijalankan oleh PT Tuah Turangga Agung (Turangga Resources). Di semester pertama tahun 2026, tambang batu bara Turangga Resources mencatatkan volume penjualan batu bara sebesar 6,0 juta ton (termasuk 1,6 juta ton batu bara metalurgi), turun 10 persen dari periode yang sama di tahun 2025. Pendapatan segmen ini turun 4 persen menjadi Rp12,9 triliun, sejalan dengan penurunan volume penjualan batu bara.

Segmen Pertambangan Emas dan Mineral Lainnya

Segmen pertambangan emas dan mineral Lainnya mencatatkan penurunan pendapatan sebesar 66 persen menjadi Rp2,4 triliun, terutama disebabkan oleh penurunan penjualan emas sebesar 82 persen. Usaha pertambangan emas Perseroan dioperasikan oleh PT Agincourt Resources dan PT Sumbawa Jutaraya, yang mencatatkan total penjualan setara emas sebesar 23 ribu ons sampai dengan semester pertama tahun 2026 dibandingkan tahun lalu sebesar 125 ribu ons.

Sementara bisnis nikel melalui PT Stargate Pasific Resources mencatatkan penjualan bijih nikel sebesar 886 ribu wet metric ton (wmt) sampai dengan semester pertama tahun 2026, yang terdiri dari 260 ribu wmt saprolit dan 626 ribu wmt limonit.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement