Dengan mempertimbangkan penurunan pendapatan bunga dan berkurangnya jumlah saham beredar, KLBF memperkirakan laba per saham secara proforma apabila seluruh rencana buyback terealisasi mencapai Rp81,44.
Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan laba per saham yang dibukukan perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025 sebesar Rp80,51.
Perseroan meyakini, pelaksanaan buyback akan memberikan fleksibilitas bagi perseroan dalam mengelola struktur permodalan untuk jangka panjang.
Baca Juga:
Saham hasil buyback nantinya akan menjadi saham treasuri yang dapat dialihkan sehingga dapat meningkatkan nilai bagi pemegang saham.
(DESI ANGRIANI)