IDXChannel - Jepang mencatat defisit perdagangan yang lebih besar dari perkiraan pada Agustus 2026 karena melonjaknya biaya impor.
Dilansir dari Investing pada Rabu (16/9/2026), lonjakan biaya impor diakibatkan melemahnya nilai tukar mata uang yen dan harga energi yang tinggi.
Baca Juga:
Defisit neraca perdagangan Jepang melebar 1,1 triliun yen (Rp125 triliun) pada Agustus, lebih besar dari perkiraan 1,05 triliun yen.
Defisit neraca perdaganga Jepang melebar tajam dari 638,3 miliar yen pada Juli.
Ekspor melonjak 19,3 persen secara tahunan, melampaui perkiraan 18,2 persen tetapi melambat dari lonjakan 23,2 persen pada bulan sebelumnya.