"Ini menunjukkan bahwa laba masih memainkan peran besar dalam pergerakan harga saham, berlawanan dengan anggapan bahwa pasar sepenuhnya digerakkan oleh sentimen," tulis Jovent dan Shierly.
Menariknya, penguatan pasar pada kuartal III-2026 sepenuhnya ditopang arus dana domestik. Arus asing justru masih mencatat outflow sekitar Rp19 triliun atau sekitar USD1,1 miliar.
Sektor tembakau menjadi satu-satunya sektor yang mencatat arus masuk asing, yakni sekitar Rp700 miliar pada kuartal III-2026.
Namun, harga saham sektor tersebut tetap melemah 4 persen secara kuartalan meski laba relatif datar.
Analis menilai pelemahan tersebut kemungkinan berkaitan dengan perubahan Menteri Keuangan yang dipersepsikan membawa kebijakan lebih ketat terhadap sektor tembakau.