AALI
10125
ABBA
232
ABDA
0
ABMM
780
ACES
1470
ACST
272
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
1165
ADMF
0
ADMG
167
ADRO
1195
AGAR
410
AGII
1100
AGRO
900
AGRO-R
0
AGRS
595
AHAP
71
AIMS
480
AIMS-W
0
AISA
274
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
595
AKRA
3220
AKSI
0
ALDO
890
ALKA
238
ALMI
240
ALTO
344
Market Watch
Last updated : 2021/05/12 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
467.69
-0.91%
-4.29
IHSG
5921.08
-0.92%
-54.70
LQ45
879.63
-1%
-8.87
HSI
28013.81
0%
0.00
N225
28608.59
0%
0.00
NYSE
16355.62
0%
0.00
Kurs
HKD/IDR 1,826
USD/IDR 14,195
Emas
838,803 / gram

Volatilitas Obligasi Yield Diprediksi Mereda, Ini Rekomendasi Pilihan Investasi

MARKET NEWS
Hafid Fuad/Koran Sindo
Minggu, 21 Maret 2021 20:30 WIB
Volatilitas imbal hasil obligasi dunia masih terbuka kemungkinan akan mereda.
volatilitas imbal hasil obligasi dunia masih terbuka kemungkinan akan mereda. (Foto: MNC Media)

IDXChannel -  Head of Investment Specialist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) Freddy Tedja menilai volatilitas imbal hasil obligasi dunia masih terbuka kemungkinan akan mereda. 

Dia mengatakan, saat ini ekspektasi pasar cenderung berlebihan atas tren pemulihan ekonomi Amerika Serikat. Vaksinasi disebut berjalan lancar, karena lebih cepat dari target pemerintah. Sebelumnya pemerintah AS menargetkan 100 juta dosis di 100 hari pertama pemerintahan Joe Biden, namun justru sudah berhasil di hari ke 50.

Selain itu, Presiden Joe Biden juga mensahkan stimulus ekonomi senilai USD1,9 triliun yang semakin mendorong ekspektasi pemulihan ekonomi akan lebih cepat terjadi. "Pemulihan ekonomi tentu akan diikuti juga oleh kenaikan inflasi dan suku bunga, dan pada akhirnya akan mendorong kenaikan imbal hasil obligasi," ujar Freddy di Jakarta (21/3/2021). 

Menurut dia, hal itu membuat menimbulkan optimisme atas pemulihan ekonomi. Namun, menurut dia, ekspektasi pemulihan tersebut belum memperhitungkan kondisi-kondisi lain.  Mulai dari tingkat pengangguran yang masih sangat tinggi yang membuat inflasi sulit untuk naik secara konsisten. Serta kebijakan bank sentral yang tetap mempertahankan suku bunga rendah. "Jadi masih sangat mungkin volatilitas imbal hasil obligasi dunia kembali reda," katanya.

Di tengah kenaikan imbal hasil, obligasi Indonesia pun tidak terhindar dari kenaikan. Namun yang menarik, bahkan dengan kenaikan yang terjadi sepanjang tahun berjalan ini, imbal hasil riil (imbal hasil dikurangi dengan ekspektasi inflasi) obligasi Indonesia masih menjadi salah satu yang paling tinggi di kawasan. "Ini sangat menarik terutama dilihat oleh investor asing di negara maju," katanya.

Berbagai faktor positif seperti kondisi inflasi yang rendah, imbal hasil dan suku bunga riil yang menjadi salah satu tertinggi di dunia, likuiditas domestik yang melimpah, dan potensi meningkatnya arus dana asing di tengah kepemilikan yang sudah rendah menjadi faktor pendukung pasar obligasi Indonesia di tahun 2021 ini.

"Ditambah lagi dengan perbaikan fundamental Indonesia dan potensi ekonomi Indonesia sedang menuju ke dalam tahap jalur pemulihan, kondisi saat ini dapat menjadi momen bagi investor untuk mendiversifikasikan dana ke reksa dana pendapatan tetap,"ujar Freddy. 

Reksa dana pendapatan tetap merupakan instrumen investasi yang diterbitkan oleh perusahaan manajer investasi, yang di dalamnya terdiri dari efek-efek obligasi. Satu produk reksa dana  pendapatan tetap berisi banyak obligasi sekaligus, dengan berbagai jenis, baik yang diterbitkan oleh pemerintah maupun swasta. 

Manajer investasi memiliki sejumlah variasi produk reksa dana pendapatan tetap. Ada produk yang mengkhususkan sebagian besar portofolionya ke obligasi korporasi, ada juga yang fokus pada obligasi pemerintah. 

Dengan isi yang berbeda-beda, tentu saja masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan, baik dari sisi risiko maupun potensi imbal hasil. Sebagai investor sendiri yang bisa memilih mana yang paling sesuai untuk Anda. 

Dengan minimum investasi yang lebih kecil, mulai dari Rp10 ribu, investor dapat memilih jenis investasi reksa dana pendapatan tetap yang diinginkannya. Reksa dana pendapatan tetap menjadi solusi tepat bagi investor dengan dana terbatas yang mungkin sulit untuk berinvestasi pada obligasi secara langsung karena memiliki persyaratan jumlah investasi lebih besar, periode penawaran/pembelian sangat terbatas di tanggal-tanggal tertentu, dan itu pun hanya 1 obligasi saja. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD