Bank Sentral AS, Federal Reserve, mengadakan rapat pada 17 Maret 2026, dan meskipun data inflasi terbaru menunjukkan pertumbuhan harga terkendali, perang 13 hari di Iran dan lonjakan harga minyak mentah yang diakibatkannya belum tercermin dalam data tersebut.
Meskipun bank sentral secara luas diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuannya tidak berubah, ringkasan proyeksi ekonomi terbarunya akan diteliti untuk estimasi inflasi yang disesuaikan.
"Di balik kenaikan harga minyak mentah yang melonjak, terdapat kesadaran bahwa kemungkinan pemotongan suku bunga Fed di akhir tahun ini semakin berkurang," ujarnya.
Pada hari ini, sejumlah indikator ekonomi diperkirakan dirilis, termasuk sentimen konsumen, barang tahan lama, lowongan kerja/perputaran tenaga kerja, dan laporan pengeluaran konsumsi pribadi yang komprehensif.
(Dhera Arizona)