IDXChannel - Wall Street bergerak bervariasi pada perdagangan Jumat (10/7/2026) waktu setempat setelah Presiden Donald Trump menyatakan Amerika Serikat sepakat melanjutkan pembicaraan dengan Iran.
Melansir Investing, indeks S&P 500 bergerak relatif datar di level 7.541,77, Nasdaq Composite melemah 0,2 persen ke 26.151,66, sedangkan Dow Jones Industrial Average menguat 0,1 persen menjadi 52.519,25.
Melalui platform Truth Social, Trump mengatakan Iran telah meminta agar dialog dengan Amerika Serikat tetap dilanjutkan.
"Republik Islam Iran meminta kami melanjutkan pembicaraan. Kami menyetujuinya, tetapi Amerika Serikat telah menegaskan kepada mereka bahwa gencatan senjata telah berakhir," tulis Trump.
Pernyataan tersebut muncul setelah Wall Street ditutup menguat pada sesi sebelumnya, didorong oleh rebound saham-saham teknologi yang sempat mengalami tekanan dalam beberapa pekan terakhir.
Aksi beli kembali (bargain hunting) pada saham teknologi dipicu oleh valuasi yang dinilai semakin menarik setelah terkoreksi akibat kekhawatiran terhadap inflasi yang masih tinggi serta keraguan investor mengenai kecepatan monetisasi teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Sentimen positif juga datang dari produsen chip asal Korea Selatan, SK Hynix, yang bersiap melakukan pencatatan saham di Nasdaq Amerika Serikat senilai sekitar USD26,5 miliar. Rencana tersebut mendorong minat investor terhadap saham-saham semikonduktor dan infrastruktur AI.
Sejalan dengan itu, Philadelphia Semiconductor Index melonjak sekitar 3 persen untuk hari kedua berturut-turut, mencerminkan kuatnya minat investor institusi terhadap sektor chip.
Di sisi geopolitik, optimisme pasar meningkat setelah Trump mengungkapkan bahwa Iran telah membuka komunikasi untuk membahas kesepakatan baru. Harapan terhadap meredanya ketegangan di Timur Tengah turut menekan harga minyak dari level tertinggi dalam beberapa bulan terakhir.
Penurunan harga minyak membantu meredakan kekhawatiran pasar bahwa lonjakan biaya energi akan memicu gelombang baru inflasi dan memperumit langkah Federal Reserve (The Fed) dalam menentukan arah kebijakan suku bunga.
(DESI ANGRIANI)