"Kami melihat permintaan yang kuat di seluruh lini produk," ujarnya.
Di sisi lain, saham teknologi berbasis AI justru terkoreksi. Broadcom anjlok 14,5 persen meski melaporkan laba dan pendapatan yang melampaui perkiraan pasar. CEO Broadcom Hock Tan mengatakan pendapatan semikonduktor AI perusahaan melonjak lebih dari dua kali lipat menjadi USD10,8 miliar pada kuartal tersebut.
"Permintaan terus meningkat dan pertumbuhan pendapatan semikonduktor AI diperkirakan melampaui 200 persen pada kuartal berjalan," ujarnya.
Kendati demikian, investor tampaknya mengharapkan hasil yang lebih tinggi mengingat saham Broadcom telah melonjak 38,5 persen sejak awal tahun. Saham-saham AI lainnya juga mengalami tekanan, seperti Marvell Technology yang turun 4,6 persen dan Micron Technology yang merosot 8,1 persen.
Saham CrowdStrike Holdings ikut terkoreksi 7,9 persen meski mencatat kinerja keuangan yang melampaui ekspektasi analis. CEO CrowdStrike George Kurtz mengatakan kuartal terakhir menjadi periode ketika "dunia keamanan siber dan AI generasi terdepan saling bertemu," ujarnya.
Di luar sektor teknologi, saham PVH Corp, pemilik merek Calvin Klein dan Tommy Hilfiger, anjlok 24,7 persen. Padahal, perusahaan juga berhasil melampaui target penjualan dan laba kuartal pertama.