sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Wall Street Dibuka Melemah, Saham Teknologi Tertekan Aksi Jual

Market news editor Rahmat Fiansyah
23/10/2026 21:25 WIB
Bursa saham AS dibuka melemah pada perdagangan Jumat (23/10/2026), setelah aksi jual saham berbasis AI berlanjut dan memicu kekhawatiran investor.
Bursa saham AS dibuka melemah pada perdagangan Jumat (23/10/2026), setelah aksi jual saham berbasis AI berlanjut dan memicu kekhawatiran investor. (Foto: FT)
Bursa saham AS dibuka melemah pada perdagangan Jumat (23/10/2026), setelah aksi jual saham berbasis AI berlanjut dan memicu kekhawatiran investor. (Foto: FT)

IDXChannel - Bursa saham Amerika Serikat (AS) dibuka melemah pada perdagangan Jumat (23/10/2026), setelah aksi jual saham berbasis kecerdasan buatan (AI) berlanjut dan memicu kekhawatiran investor. Saham sektor telekomunikasi juga tertekan oleh potensi persaingan baru dari SpaceX yang dikabarkan menjajaki peluncuran layanan operator nirkabel nasional.

Pada pukul 09.53 waktu setempat, indeks Dow Jones Industrial Average turun 1,01 persen ke 52.332,44. Indeks S&P 500 melemah 0,38 persen ke 7.634,09, sedangkan Nasdaq Composite turun 0,08 persen ke 25.986,76. S&P 500 dan Nasdaq sempat menyentuh level terendah dalam lima pekan.

Tekanan pasar terjadi setelah saham-saham terkait AI mengalami volatilitas tajam sepanjang bulan ini. Kekhawatiran terhadap beban utang CoreWeave dan tingginya biaya investasi AI sempat menekan pasar, sebelum saham teknologi menguat pada Rabu menyusul kinerja positif SpaceX dan Super Micro. Namun, penguatan tersebut berbalik pada Kamis ketika Nasdaq anjlok hampir 3 persen.

Sentimen negatif semakin kuat setelah saham Meta Platforms merosot hampir 8 persen pada Kamis. Perusahaan induk Facebook tersebut melaporkan arus kas keluar untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu dekade, di tengah kekhawatiran atas besarnya belanja AI. Pada Jumat, saham Meta kembali turun 1,3 persen, sementara saham kelompok Magnificent Seven lainnya relatif bergerak terbatas.

Kepala Investasi Bokeh Capital Partners, Kim Forrest menilai aksi jual saham teknologi dalam jangka pendek terlalu ekstrem dan belum sepenuhnya mencerminkan kondisi fundamental perusahaan. 

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement