“Kami berada di awal siklus panjang AI dan orang-orang mengira siklus ini akan jauh lebih pendek,” ujarnya dikutip dari Reuters.
Saham telekomunikasi turut tertekan setelah muncul laporan bahwa SpaceX tengah berdiskusi dengan perusahaan infrastruktur seluler mengenai kemungkinan peluncuran layanan operator nirkabel nasional.
Indeks sektor jasa komunikasi S&P 500 turun 1 persen. Saham AT&T, Verizon, dan T-Mobile melemah antara 3 persen hingga 4,7 persen. Sebaliknya, operator menara telekomunikasi di AS menguat, dengan Crown Castle melonjak 12,6 persen dan American Tower naik 6,9 persen. Saham SpaceX sendiri menguat 1,2 persen.
Dari 11 sektor dalam indeks S&P 500, sembilan sektor melemah. Sektor energi mencetak rekor tertinggi seiring kenaikan harga minyak, sedangkan sektor properti menguat 0,8 persen. Harga minyak mentah Brent bertahan di dekat level tertinggi dalam lebih dari lima bulan akibat kekhawatiran pasokan dari Timur Tengah, yang turut meningkatkan risiko inflasi menjelang rapat kebijakan Federal Reserve (The Fed) pekan depan.
Pelaku pasar memperkirakan The Fed mempertahankan suku bunga acuannya pada pertemuan pekan depan. Sementara itu, musim laporan keuangan masih menjadi perhatian investor, dengan Microsoft, Alphabet, dan Amazon dijadwalkan melaporkan kinerja pada pekan berikutnya. Berdasarkan data LSEG, pertumbuhan laba perusahaan dalam indeks S&P 500 pada kuartal III-2026 diperkirakan mencapai 32,3 persen, naik dari proyeksi sebelumnya sebesar 30,7 persen.
(Rahmat Fiansyah)