Wall Street sebagian besar telah pulih dari tekanan jual yang dipicu rencana Trump untuk mengakuisisi Greenland serta kinerja laba kuartal keempat yang beragam. Belakangan, tanda-tanda perdagangan saham berbasis kecerdasan buatan (AI) yang semakin padat mendorong rotasi investasi ke saham-saham berkapitalisasi kecil dan sektor-sektor yang sebelumnya kurang diperhatikan.
Indeks saham berkapitalisasi kecil Russell 2000 berpeluang menutup bulan ini dengan kenaikan hampir 7 persen, sementara S&P 600 diperkirakan mencatatkan kenaikan lebih dari 6 persen.
Sebagai perbandingan, S&P 500 dan Nasdaq masing-masing hanya naik sedikit di atas 1,8 persen. Dow Jones sendiri berpeluang mencatatkan kenaikan bulanan selama sembilan bulan berturut-turut, yang merupakan rekor terpanjang sejak 2018.
Dari 133 perusahaan dalam indeks S&P 500 yang telah melaporkan kinerja keuangan sejauh ini, sekitar 74 persen melampaui ekspektasi analis, berdasarkan data LSEG pada Kamis.
Saham Verizon melonjak 5,2 persen setelah operator nirkabel tersebut memproyeksikan laba tahunan yang positif. American Express juga memperkirakan laba tahunan di atas ekspektasi Wall Street, namun sahamnya justru turun 2,2 persen.
Sementara itu, saham perusahaan tambang emas dan perak yang tercatat di AS merosot seiring penurunan harga emas lebih dari 5 persen dan anjloknya harga perak hingga 11 persen.
(NIA DEVIYANA)