sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Wall Street Dibuka Menguat Jelang Keputusan The Fed, Investor Nantikan Pidato Kevin Warsh

Market news editor Nia Deviyana
17/06/2026 21:52 WIB
Investor akan mencermati konferensi pers pertama ketua The Fed yang baru, terutama pandangannya mengenai inflasi, pengangguran, dan prospek ekonomi.
Wall Street Dibuka Menguat Jelang Keputusan The Fed, Investor Nantikan Pidato Kevin Warsh. Foto: AP.
Wall Street Dibuka Menguat Jelang Keputusan The Fed, Investor Nantikan Pidato Kevin Warsh. Foto: AP.

IDXChannel - Indeks utama Wall Street dibuka naik tipis pada perdagangan Rabu (17/6/2026). Saham chip bangkit menjelang keputusan suku bunga pertama di bawah Ketua baru Federal Reserve (The Fed), Kevin Warsh.

Melansir Reuters, indeks Dow Jones naik 77,71 poin atau 0,15 persen ke 52.070,81, S&P 500 naik 8,14 poin atau 0,11 persen ke 7.519,49, dan Nasdaq Composite naik 89,53 poin atau 0,35 persen ke 26.466,52.

Saham produsen chip dengan valuasi tinggi, termasuk Broadcom, Micron Technology, Advanced Micro Devices, dan Intel naik antara 2,5 persen hingga 4 persen.

Indeks teknologi S&P 500 naik 1,2 persen, sementara indeks semikonduktor Philadelphia (SOX) menguat 3,5 persen.

Saham-saham AS bergerak tidak stabil setelah reli tajam pada Senin, ketika Presiden AS Donald Trump mengumumkan kesepakatan damai awal antara AS dan Iran yang membuat harga minyak turun dan meredakan kekhawatiran inflasi.

Tujuh dari 11 sektor utama S&P 500 melemah, dengan sektor layanan komunikasi memimpin penurunan setelah saham Meta dan Alphabet masing-masing turun 2,2 persen dan 1,6 persen.

Saham perangkat lunak kembali tertekan, dengan Adobe, Salesforce, dan Atlassian turun antara 1,2 persen hingga 2,3 persen.

Fokus investor kini tertuju pada keputusan kebijakan moneter The Fed yang akan diumumkan pukul 14.00 waktu setempat.

Para pembuat kebijakan diperkirakan akan menahan suku bunga di kisaran 3,50–3,75 persen di tengah tekanan inflasi akibat kenaikan harga minyak yang dipicu konflik di Timur Tengah.

Investor juga akan mencermati konferensi pers pertama ketua The Fed yang baru, terutama pandangannya mengenai inflasi, pengangguran, dan prospek ekonomi.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun, yang menjadi acuan biaya pinjaman global, naik tipis ke 4,43 persen.

“Hal terakhir yang diinginkan Warsh adalah mendorong yield 10 tahun naik tajam. Sangat penting bagi pasar agar yield tetap di bawah 4,5 persen, terutama saat harga minyak turun,” kata analis dari LPL Financial, Jeff Buchbinder.

Data menunjukkan penjualan ritel AS meningkat lebih tinggi dari perkiraan pada Mei, namun perlambatan diperkirakan terjadi seiring berkurangnya daya tahan konsumen akibat biaya yang meningkat.

Penjualan ritel naik 0,9 persen bulan lalu setelah direvisi turun menjadi 0,4 persen pada April, menurut Biro Sensus Departemen Perdagangan. Ekonom sebelumnya memperkirakan kenaikan 0,5 persen.

Pelaku pasar memperkirakan The Fed akan menahan suku bunga sepanjang sebagian besar tahun ini, namun memberi peluang sekitar 43 persen untuk kenaikan 25 basis poin pada Desember, menurut alat FedWatch dari CME Group.

Harga minyak bertahan di dekat level terendah tiga bulan, didorong harapan bahwa kesepakatan damai sementara AS-Iran akan memungkinkan ekspor minyak melalui Selat Hormuz.

Namun, ketidakpastian masih ada setelah Trump menyatakan bahwa nota kesepahaman dengan Iran belum final dan dia bisa melanjutkan serangan jika tidak puas.

Saham SpaceX milik Elon Musk naik 1,6 persen setelah melampaui valuasi Amazon pada Selasa, menjadikannya perusahaan paling bernilai kelima di AS.

Sementara itu, saham CME Group turun 5 persen setelah mengumumkan CEO-nya, Terry Duffy, akan mundur pada 1 Maret dan beralih menjadi ketua eksekutif.

Jumlah saham yang naik lebih banyak dibanding yang turun, dengan rasio 1,18 banding 1 di NYSE dan 1,52 banding 1 di Nasdaq.

S&P 500 mencatat 15 saham mencapai level tertinggi baru dalam 52 minggu dan 4 terendah baru, sementara Nasdaq mencatat 28 tertinggi baru dan 38 terendah baru.

(NIA DEVIYANA)

Halaman : 1 2 3 4 5
Advertisement
Advertisement