IDXChannel - Indeks utama Wall Street menguat pada Senin (23/3/2026) setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan telah memerintahkan militer untuk menunda serangan terhadap pembangkit listrik dan infrastruktur energi Iran.
Trump juga mengeklaim telah melakukan "pembicaraan yang produktif" dengan Teheran.
Namun, Kantor Berita Fars Iran membantah pernyataan Trump, dengan mengutip sumber yang mengatakan tidak ada komunikasi langsung dengan Amerika Serikat, baik secara langsung maupun melalui perantara. Militer Israel juga menyatakan sedang melakukan serangan terhadap Iran.
Melansir Reuters, Dow Jones naik 758,78 poin atau 1,66 persen ke 46.336,25. S&P 500 naik 99,24 poin atau 1,52 persen ke 6.605,26, dan Nasdaq naik 383,36 poin atau 1,77 persen ke 22.033,90.
Pasar global pulih setelah komentar Trump, dengan indeks STOXX 600 Eropa dan logam mulia menguat, sementara harga minyak turun, menandakan meningkatnya selera risiko investor.
Sebelumnya, pasar sempat melemah akibat ancaman serangan terhadap jaringan listrik Israel dan Iran.
“Pasar mendapatkan kabar yang berpotensi positif dari Timur Tengah pada Senin. Namun kelanjutan reli ini kemungkinan membutuhkan perkembangan nyata di bidang geopolitik,” kata analis E*TRADE Morgan Stanley, Chris Larkin.
Investor mengurangi taruhan terhadap kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve setelah komentar Trump, dengan peluang kini sekitar 24 persen pada Desember, turun dari lebih dari 50 persen sebelumnya, menurut CME FedWatch.