sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Wall Street Dibuka Turun, Perang Timur Tengah Bayangi Pasar

Market news editor Rahmat Fiansyah
01/07/2026 22:25 WIB
Indeks-indeks utama Wall Street dibuka melemah pada perdagangan Rabu (1/7/2026) waktu setempat setelah ketegangan AS-Iran kembali meningkat.
Wall Street dibuka melemah pada perdagangan Rabu (1/7/2026) waktu setempat setelah ketegangan AS-Iran kembali meningkat. (Foto: Freepik)
Wall Street dibuka melemah pada perdagangan Rabu (1/7/2026) waktu setempat setelah ketegangan AS-Iran kembali meningkat. (Foto: Freepik)

"Saya tidak melihat ada euforia besar di pasar saat ini. Suasana pasar cukup tenang, tetapi belum sampai lengah," katanya dikutip dari Reuters.

Di sisi lain, investor juga mengkhawatirkan kebijakan suku bunga Federal Reserve. Pelaku pasar memperkirakan bank sentral AS masih berpotensi menaikkan suku bunga setidaknya satu kali lagi hingga akhir tahun demi mengendalikan inflasi.

Sektor teknologi menjadi penekan terbesar dengan indeks teknologi S&P 500 turun 1,4 persen. Namun, saham Meta Platforms melonjak 8,4 persen setelah muncul laporan bahwa induk Facebook tersebut tengah membangun bisnis layanan komputasi awan untuk menjual kapasitas komputasi kecerdasan buatan (AI) yang berlebih. Alhasil, indeks layanan komunikasi S&P 500 justru naik 2,3 persen.

Dari sisi data ekonomi, aktivitas manufaktur AS melambat pada Juni setelah melonjak pada bulan sebelumnya, berdasarkan data Institute for Supply Management (ISM). Investor kini menantikan laporan tenaga kerja nonfarm payrolls yang akan dirilis Kamis sebagai petunjuk kondisi ekonomi dan arah kebijakan suku bunga The Fed.

Pergerakan saham individual juga menjadi sorotan. Saham Shutterstock anjlok hampir 31 persen setelah membatalkan rencana merger dengan Getty Images. Sementara itu, saham Kroger turun 1 persen usai mengumumkan akuisisi jaringan supermarket regional Giant Eagle senilai USD1,65 miliar.

(Rahmat Fiansyah)

Halaman : 1 2 Lihat Semua
Advertisement
Advertisement