sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Wall Street Ditutup Bervariasi Akibat Aksi Jual, Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga Berkurang

Market news editor Febrina Ratna Iskana
01/10/2026 06:45 WIB
Wall Street ditutup bervariasi yang mayoritas berakhir lebih rendah pada Rabu (31/9/2026) waktu setempat dipicu aksi jual jelang penutupan perdagangan.
Wall Street Ditutup Bervariasi Akibat Aksi Jual, Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga Berkurang. (Foto: Yahoo Finance)
Wall Street Ditutup Bervariasi Akibat Aksi Jual, Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga Berkurang. (Foto: Yahoo Finance)

Data Ekonomi AS Positif

Agenda ekonomi yang padat pada Rabu menjadi sorotan utama, dengan data terbaru mengenai indikator inflasi pilihan The Fed sebagai pusat perhatian.

Menurut Biro Analisis Ekonomi AS (BEA), indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) utama naik 0,3 persen secara bulanan (M/M) dan 3,4 persen secara tahunan (Y/Y) pada Agustus, dibandingkan dengan 0,1 persen dan 3,4 persen pada Juli, serta lebih rendah dari perkiraan sebesar 0,4 persen dan 3,7 persen.

Untuk indeks harga PCE inti, kenaikannya tercatat sebesar 0,2 persen secara bulanan (M/M) dan 3 persen secara tahunan (Y/Y) pada Agustus, dibandingkan dengan 0,1 persen dan 3 persen pada Juli, serta berada di bawah angka konsensus sebesar 0,3 persen dan 3,3 persen.

Di sisi lain, BEA merevisi naik estimasi pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) riil AS untuk kuartal kedua menjadi 2,2 persen dari sebelumnya 1,5 persen. Para ekonom sebelumnya memperkirakan pertumbuhan sebesar 1,5 persen.

Selain itu, laporan bulanan ADP mengenai lapangan kerja sektor swasta yang dirilis sebelumnya pada hari yang sama menunjukkan penambahan 90.000 lapangan kerja pada September; ini merupakan kali pertama laju perekrutan meningkat sejak Mei. Pada Agustus, perusahaan swasta hanya menambah 36.000 lapangan kerja.

Halaman : 1 2 3 4 5
Advertisement
Advertisement