sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Wall Street Ditutup Bervariasi Akibat Aksi Jual, Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga Berkurang

Market news editor Febrina Ratna Iskana
01/10/2026 06:45 WIB
Wall Street ditutup bervariasi yang mayoritas berakhir lebih rendah pada Rabu (31/9/2026) waktu setempat dipicu aksi jual jelang penutupan perdagangan.
Wall Street Ditutup Bervariasi Akibat Aksi Jual, Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga Berkurang. (Foto: Yahoo Finance)
Wall Street Ditutup Bervariasi Akibat Aksi Jual, Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga Berkurang. (Foto: Yahoo Finance)

Namun, yield obligasi tenor lebih panjang kembali naik; yield acuan tenor 10 tahun bertahan di level tertinggi sejak April 2002, sementara yield tenor 30 tahun berada di level tertinggi sejak Juni 2002.

Wall Street Mampu Bertahan di September

Di luar agenda data ekonomi, hari Rabu juga menjadi hari perdagangan terakhir bulan September bagi Wall Street.

Bulan ini memang terbukti memiliki volatilitas tinggi sesuai reputasi historisnya, namun saham-saham AS sempat berada di jalur yang tepat untuk mematahkan tren di mana September biasanya menjadi bulan terburuk bagi pasar, setidaknya hingga sesi perdagangan terakhir pada Rabu. Pada akhirnya, indeks acuan S&P 500 mencatatkan penurunan sebesar 0,4 persen selama periode tersebut.

Meski demikian, pasar saham berhasil bertahan di tengah kondisi yang menantang, yang ditandai oleh aksi jual besar-besaran obligasi Treasury AS, lonjakan harga minyak, dan sikap hawkish The Fed. Posisi indeks S&P saat ini masih berada kurang dari 2 persen di bawah rekor penutupan tertingginya.

Ketahanan pasar saham ini sebagian besar didorong oleh prospek laba perusahaan yang solid serta kebangkitan kembali minat pasar terhadap sektor kecerdasan buatan (AI).

Halaman : 1 2 3 4 5
Advertisement
Advertisement