Perusahaan induk Facebook dan Instagram ini juga mengungkapkan rencana untuk melakukan salah satu penggalangan dana ekuitas terbesar dalam sejarah korporasi guna mendanai ambisi AI-nya.
Sementara itu, saham Alphabet mencatatkan penurunan harian (intraday) terburuk yang pernah ada, dengan nilai pasar yang terpangkas sekitar setengah triliun dolar.
Unit bisnis utama perusahaan raksasa teknologi ini, yaitu iklan pencarian (search advertising), tumbuh dengan laju paling lambat dalam lima kuartal terakhir, di saat perusahaan terus memaparkan rencana investasi besar-besaran di bidang AI.
Di sisi lain, Microsoft tetap mempertahankan strategi pengeluaran AI-nya dan mencatatkan pertumbuhan yang solid pada bisnis komputasi awan (cloud) Azure. Meski demikian, raksasa perangkat lunak ini menyelesaikan penerbitan obligasi senilai USD25 miliar untuk mendanai pengembangan AI.
Terakhir, arus kas bebas negatif Amazon yang membengkak akibat tingginya pengeluaran untuk AI menutupi pencapaian pertumbuhan pendapatan tercepat dalam lima tahun terakhir pada unit bisnis komputasi awan Amazon Web Services.