sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Wall Street Ditutup Menguat Didorong Sejumlah Data Ekonomi AS

Market news editor Kunthi Fahmar Sandy
15/07/2026 06:21 WIB
Saham-saham AS ditutup lebih tinggi pada hari Selasa (14/7/2026), karena investor mencermati sejumlah perkembangan termasuk data ekonomi penting tentang inflasi
Wall Street Ditutup Menguat Didorong Sejumlah Data Ekonomi AS (FOTO:Dok Laman Investing)
Wall Street Ditutup Menguat Didorong Sejumlah Data Ekonomi AS (FOTO:Dok Laman Investing)

IDXChannel - Saham-saham AS ditutup lebih tinggi pada hari Selasa (14/7/2026), karena investor mencermati sejumlah perkembangan termasuk data ekonomi penting tentang inflasi, kesaksian Kongres Federal Reserve, situasi yang terus berkembang di Timur Tengah, dan pembaruan triwulanan dari nama-nama besar seperti Goldman Sachs, JPMorgan, dan IBM.

Dilansir dari laman Investing Rabu (15/7/2026), Indeks acuan S&P 500 naik 0,4 persen menjadi 7.544,63 poin, sementara NASDAQ Composite yang didominasi saham teknologi bertambah 0,9 persen menjadi 26.107,01 poin. Dow Jones Industrial Average yang didominasi saham-saham unggulan ditutup sedikit di atas angka datar pada 52.508,66 poin.

Harga Konsumen AS Menurun di Bulan Juni

Perhatian utama saat ini tertuju pada laporan indeks harga konsumen (CPI) AS untuk bulan Juni.

Menurut Biro Statistik Tenaga Kerja, CPI utama turun 0,4 persen secara bulanan, yang merupakan penurunan satu bulan terbesar sejak April 2020. CPI inti, yang tidak termasuk komponen makanan dan energi yang fluktuatif, tetap stabil di bulan Juni setelah naik 0,2 persen secara bulanan pada bulan Mei.

Para ekonom memperkirakan CPI utama akan turun 0,1 persen dan CPI inti akan naik 0,3 persen. Secara tahunan di bulan Juni, CPI utama naik 3,5 persen dan CPI inti meningkat 2,6 persen. Kedua angka tersebut lebih rendah dari perkiraan kenaikan masing-masing sebesar 3,8 persen dan 2,9 persen atau melambat dibandingkan bulan Mei.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement