sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Wall Street Ditutup Menguat Imbas Redanya Spekulasi Kenaikan Suku Bunga The Fed

Market news editor Febrina Ratna Iskana
04/10/2026 06:31 WIB
Wall Street berakhir dengan kenaikan yang solid pada Jumat (2/10/2026) karena investor menurunkan ekspektasi terhadap pengetatan kebijakan moneter The Fed.
Wall Street Ditutup Menguat Imbas Redanya Spekulasi Kenaikan Suku Bunga The Fed. (Foto: iNews Media Group)
Wall Street Ditutup Menguat Imbas Redanya Spekulasi Kenaikan Suku Bunga The Fed. (Foto: iNews Media Group)

Pertumbuhan Lapangan Kerja di September Paling Lambat Tahun Ini

Menurut Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS), jumlah lapangan kerja non-pertanian (nonfarm payrolls) bertambah 29.000 pada bulan lalu, jauh di bawah perkiraan sebesar 89.000. Pertumbuhan bulanan tersebut merupakan yang paling lambat sepanjang tahun ini.

Selain itu, angka lapangan kerja non-pertanian gabungan untuk bulan Juli dan Agustus direvisi turun sebanyak 60.000. Sementara itu, tingkat pengangguran naik tipis menjadi 4,2 persen pada September dari 4,1 persen pada Agustus.

Data ini muncul di saat indikator-indikator lain menunjukkan ketahanan ekonomi AS dan sedikit pelonggaran pada tingkat inflasi yang sebelumnya tetap tinggi. Dalam situasi seperti ini, tanda-tanda pelemahan pasar tenaga kerja biasanya membuat bank sentral cenderung mempertahankan suku bunga tetap stabil; langkah pengetatan kebijakan memang dapat meredam tekanan harga, namun berisiko semakin menghambat pertumbuhan ekonomi dan aktivitas ketenagakerjaan.

Reaksi pasar terhadap ekspektasi suku bunga The Fed untuk Oktober juga mencerminkan hal tersebut. Berdasarkan perangkat CME FedWatch, probabilitas kenaikan suku bunga sebesar seperempat poin (25 basis poin) pada akhir bulan ini turun menjadi hampir 23 persen, sementara peluang bank sentral untuk mempertahankan suku bunga tetap stabil melonjak hingga sekitar 77 persen.

Meskipun laporan nonfarm payrolls mengecewakan, para pengambil kebijakan The Fed kemungkinan akan terus berfokus pada aspek inflasi dari mandat ganda mereka. Presiden The Fed Dallas, Lorie Logan, pada Kamis menyatakan bahwa suku bunga perlu dinaikkan setidaknya 50 basis poin untuk meredam tekanan harga.

Halaman : 1 2 3 4
Advertisement
Advertisement