"Obligasi pemerintah AS (Treasuries) awalnya menguat menyusul laporan ketenagakerjaan yang lebih lemah dari perkiraan, yang menyebabkan peluang kenaikan suku bunga pada Oktober anjlok. Namun, seperti yang lazim terjadi di pasar yang sedang lesu (bear market), penguatan tersebut memicu aksi jual, dan harga obligasi kini berakhir turun," ujar kepala ekonom dan ahli strategi global di Euro Pacific Asset Management, Peter Schiff.
Berkurangnya perkiraan pengetatan kebijakan The Fed telah memberikan sentimen positif bagi obligasi tenor pendek yang lebih sensitif terhadap suku bunga, seperti imbal hasil (yield) Treasury tenor 2 tahun, pada pekan ini.
Namun, obligasi tenor panjang justru tertekan akibat kombinasi kekhawatiran inflasi terkait harga minyak, kecemasan pasar terhadap besarnya penerbitan utang perusahaan untuk mendanai pembangunan infrastruktur kecerdasan buatan (AI), serta membengkaknya utang fiskal.
Imbal hasil tenor 2 tahun telah turun 2,5 basis poin sepanjang pekan ini. Sebaliknya, imbal hasil tenor 10 tahun naik 9,9 basis poin, sementara tenor 30 tahun naik 13 basis poin. Pada Kamis, kedua instrumen tersebut masing-masing menyentuh level tertinggi sejak 1 April 2002 dan 20 Mei 2002. (Febrina Ratna Iskana)