Dia menambahkan, selama belum ada penyelesaian final, pasar saham dan obligasi belum akan pulih secara berkelanjutan “Namun investor menilai peluang tercapainya kesepakatan cukup tinggi, jika tidak, maka pasar akan terkoreksi lebih dalam dari saat ini,” ujarnya.
Sejak konflik Iran pecah pada akhir Februari, indeks S&P 500 sempat turun hingga 7,8 persen. Namun hingga penutupan perdagangan Senin, indeks acuan itu berhasil memangkas seluruh kerugian dan ditutup naik sekitar 0,1 persen dibandingkan posisi 27 Februari.
Saham Allogene Therapeutics melonjak 12,5 persen, didorong data sementara terapi kanker darah yang menunjukkan penurunan risiko kekambuhan pasien.
Sementara itu, saham Albemarle, produsen lithium terbesar dunia, naik hampir 7 persen setelah Oppenheimer menaikkan target harga saham perusahaan tersebut.
Di sisi lain, kenaikan harga minyak membebani saham maskapai penerbangan. Saham United Airlines, Delta Air Lines, dan American Airlines melemah.
(Rahmat Fiansyah)