sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Wall Street Ditutup Menguat Terdorong Saham-saham Produsen Chip

Market news editor Febrina Ratna Iskana
03/01/2026 06:23 WIB
Wall Street ditutup menguat pada perdagangan pertama tahun ini, Jumat (2/1/2026). Saham-saham produsen chip seperti Nvidia menjadi salah satu pendorongnya.
Wall Street Ditutup Menguat Terdorong Saham-saham Produsen Chip. (Foto: iNews Media Group)
Wall Street Ditutup Menguat Terdorong Saham-saham Produsen Chip. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannelWall Street ditutup menguat pada perdagangan pertama tahun ini, Jumat (2/1/2026). Saham-saham produsen chip seperti Nvidia menjadi salah satu pendorongnya.

Pada pukul 16.00 waktu setempat, S&P 500 naik sekitar 0,2 persen sementara Nasdaq 100 ditutup hampir datar, tetapi Dow Jones Industrial Average bertambah 0,7 persen, atau 319 poin.

S&P 500 sedikit menguat pada Jumat karena saham-saham chip melonjak, tetapi kenaikan yang lebih luas tertahan oleh penurunan saham-saham teknologi utama termasuk Microsoft dan Meta di tengah volume perdagangan yang rendah.

NVIDIA Corporation (NASDAQ:NVDA) dan Micron Technology Inc (NASDAQ:MU) memimpin kenaikan saham chip, masing-masing naik lebih dari 1 persem dan 10 persen, tetapi kenaikan di sektor teknologi yang lebih luas terhambat oleh penurunan Microsoft Corporation (NASDAQ:MSFT) dan Meta Platforms Inc (NASDAQ:META).

Tesla Inc (NASDAQ:TSLA) juga berada di bawah tekanan setelah produsen kendaraan listrik tersebut melaporkan bahwa penjualan turun 16 persen pada kuartal keempat dibandingkan tahun sebelumnya, terbebani oleh permintaan yang lebih lemah di Eropa dan China.

Sementara itu, produsen kendaraan listrik China, BYD, menyalip Tesla dengan penjualan kendaraan listrik terbesar di dunia pada 2025 setelah melaporkan lonjakan penjualan mobil bertenaga baterai sebesar 28 persen.

"Rebound pagi ini dipimpin oleh saham teknologi berkapitalisasi besar," tulis pendiri Fairlead Strategies, Katie Stockton, dalam catatan pagi seperti dilansir dari Investing, Sabtu (3/1/2025).

Namun, Stockton memperingatkan bahwa penurunan jangka pendek akibat kondisi jenuh beli masih aktif, menunjukkan adanya peningkatan risiko di hari-hari mendatang.

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement