Di saat yang sama, pernyataan Menteri Luar Negeri Iran yang memastikan jalur pelayaran komersial melalui Selat Hormuz kembali dibuka turut menekan harga minyak global. Sebelumnya, jalur tersebut sempat tertutup selama sepekan, mengganggu distribusi sekitar 20 persen pasokan minyak dunia.
Meredanya ketegangan geopolitik juga mendorong reli lanjutan di Wall Street, setelah sehari sebelumnya S&P 500 dan Nasdaq mencetak rekor tertinggi baru.
Optimisme meningkat usai Presiden Donald Trump mengumumkan jeda konflik antara Israel dan Lebanon serta membuka peluang dimulainya kembali negosiasi dengan Iran dalam waktu dekat.
Dengan kondisi pasar yang lebih kondusif, investor kembali memburu saham sektor teknologi, khususnya perusahaan yang terkait dengan pengembangan kecerdasan buatan (AI). Sejumlah emiten seperti Intel dan Micron Technology menjadi penopang penguatan indeks.
Dari sisi fundamental, musim laporan keuangan kuartalan juga memberikan dorongan positif. Sejumlah bank besar di Wall Street menilai ekonomi AS masih cukup tangguh dalam menghadapi tekanan dari lonjakan harga energi akibat konflik.