Tekanan harga minyak mereda setelah Trump mengisyaratkan Selat Hormuz dapat kembali “terbuka untuk semua” apabila Iran menerima kesepakatan yang tengah dibahas.
Selat Hormuz selama ini menjadi sumber tekanan ekonomi global karena konflik dengan Iran menghambat kapal tanker keluar dari Teluk Persia. Jika jalur tersebut kembali dibuka sepenuhnya, distribusi minyak global diperkirakan pulih dan dapat meredakan tekanan inflasi di berbagai negara.
Analis Spartan Capital Securities, Peter Cardillo menilai, sentimen positif tersebut memicu optimisme besar di pasar saham.
“Sepertinya kita mulai mendekati semacam solusi diplomatik terkait perang ini. Ada peningkatan antusiasme yang nyata di pasar,” katanya.
Di pasar obligasi, imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun turun menjadi 4,35 persen dari sebelumnya 4,43 persen pada Selasa. Sementara itu, bursa saham global turut menguat, dengan indeks di Seoul melonjak 6,5 persen, Hong Kong naik 1,2 persen, serta pasar London dan Paris masing-masing menguat 2,2 persen dan 2,9 persen.
(Rahmat Fiansyah)