IDXChannel - Bursa saham Amerika Serikat (AS) bergerak hati-hati di dekat level tertinggi sepanjang masa, sementara harga minyak dunia melonjak seiring ketidakpastian terkait jalur pelayaran di Selat Hormuz yang menjadi arteri utama distribusi minyak global.
Dikutip dari Bloomberg, indeks S&P 500 turun 0,1 persen pada awal perdagangan Senin (4/5/2026) setelah mencetak rekor tertinggi baru. Dow Jones Industrial Average melemah 174 poin, sedangkan Nasdaq menguat tipis kurang dari 0,1 persen. Di sisi lain, harga minyak Brent sempat menembus USD114 per barel di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik.
Ketidakpastian meningkat setelah media Iran melaporkan serangan terhadap kapal Angkatan Laut AS di tenggara Selat Hormuz. Namun, klaim tersebut dibantah oleh militer AS. Laporan yang saling bertentangan ini memicu volatilitas di pasar global.
Kontrak berjangka S&P 500 turun 0,2 persen sebelum pembukaan perdagangan, sementara futures Dow Jones melemah 0,5 persen dan Nasdaq turun 0,1 persen. Harga minyak sempat melonjak hingga lima persen sebelum terkoreksi menjadi kenaikan sekitar dua hingga tiga persen setelah bantahan dari pihak AS.
Pemerintah AS tetap aktif di kawasan Teluk Persia. Presiden Donald Trump menyatakan bahwa AS akan memandu kapal-kapal melewati Selat Hormuz, meski belum memberikan rincian teknis terkait operasi tersebut.