IDXChannel - Indeks S&P 500 dan Nasdaq mencatatkan rekor penutupan tertinggi pada Jumat (1/5/2026).
Hal ini didorong oleh laporan laba yang solid dan penurunan harga minyak mentah, sekaligus menandai kenaikan persentase bulanan terbesar dalam beberapa tahun terakhir.
Dilansir dari Reuters, Sabtu (2/5/2026), S&P 500 mengikuti jejak Nasdaq ke zona positif, dengan kekuatan sektor teknologi yang membuat Nasdaq memimpin. Kedua indeks tersebut mencatat kenaikan mingguan keenam berturut-turut, yang merupakan rentetan kenaikan mingguan terpanjang sejak Oktober 2024.
Seiring dimulainya bulan Mei, pasar saham memasuki periode enam bulan yang secara historis cenderung lemah.
Dari tahun 1945 hingga April 2026, indeks S&P 500 rata-rata naik sekitar 2 persen dari Mei hingga Oktober, menurut data dari Fidelity. Angka tersebut berbanding terbalik dengan kenaikan rata-rata sekitar 7 persen dari November hingga April.
Indeks Dow Jones Industrial Average (DJI) turun 152,87 poin, atau 0,31 persen, menjadi 49.499,27.
Kemudian S&P 500 (SPX), naik 21,11 poin, atau 0,29 persen, menjadi 7.230,12. Indeks Komposit Nasdaq (IXIC) naik 222,13 poin, atau 0,89 persen, menjadi 25.114,44.
Di antara 11 sektor utama di S&P 500, saham teknologi (SPLRCT) mencatatkan kenaikan persentase terbesar, sementara saham energi (SPNY) mengalami penurunan terbesar.
Saham Apple (AAPL.O) naik 3,3 persen setelah perusahaan memberikan proyeksi penjualan yang solid, menyoroti permintaan yang kuat untuk produk andalannya, iPhone 17 dan MacBook Neo.