sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Skenario Minyak Mahal Berlarut, Ekspektasi Laba Emiten Besar Tertekan

Market news editor Desi Angriani
03/05/2026 10:15 WIB
Bagi investor dengan pendekatan jangka pendek atau taktis, skenario harga minyak yang bertahan tinggi berpotensi memicu revisi turun terhadap estimasi laba.
Skenario Minyak Mahal Berlarut, Ekspektasi Laba Emiten Besar Tertekan (Foto: dok Freepik)
Skenario Minyak Mahal Berlarut, Ekspektasi Laba Emiten Besar Tertekan (Foto: dok Freepik)

IDXChannel - Ada potensi risiko terhadap proyeksi kinerja emiten perbankan dan konsumer di tengah tren kenaikan harga minyak global yang bertahan lebih lama (higher-for-longer).

Berdasarkan estimasi konsensus analis, median pertumbuhan laba bersih bank-bank besar (Big 4) diperkirakan masih berada di kisaran 5 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) pada 2026. 

Sementara itu, sejumlah emiten sektor konsumer diperkirakan mencatatkan pertumbuhan laba lebih tinggi, yakni sekitar 10 persen YoY.

Namun demikian, Stockbit pada Kamis (30/4/2026) menilai proyeksi konsensus tersebut masih menyimpan potensi risiko penurunan (downside risk) yang belum sepenuhnya tercermin, terutama jika harga minyak global bertahan di level tinggi dalam periode yang lebih panjang.

Sebagai gambaran, harga minyak sempat kembali melonjak di atas USD110 per barel pada akhir April 2026, setelah sebelumnya turun ke kisaran USD90 per barel. Kenaikan ini dipicu oleh kebuntuan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran terkait upaya mengakhiri konflik yang tengah berlangsung.

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement