IDXChannel - Guncangan pasokan minyak dari kawasan Teluk diperkirakan menekan permintaan minyak global secara tajam sebelum arus perdagangan melalui Selat Hormuz berangsur kembali normal.
Badan Energi Internasional (IEA) memperkirakan pasokan minyak global pulih hingga 8 juta barel per hari pada 2027.
Meski kesepakatan sementara antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang dijadwalkan ditandatangani pekan ini menjadi terobosan terbesar dalam negosiasi sejak perang dimulai, pemulihan penuh arus minyak melalui jalur strategis Selat Hormuz diperkirakan membutuhkan waktu berbulan-bulan.
IEA, yang mewakili negara-negara Barat dan sekutunya, kini memperkirakan permintaan minyak global turun 1,1 juta barel per hari tahun ini.
Proyeksi tersebut jauh lebih rendah dibandingkan perkiraan sebelumnya yang memperkirakan penurunan hanya 420.000 barel per hari, akibat harga minyak yang tinggi dan gangguan pasokan yang parah.