Sebagian kehilangan pasokan tersebut tertutupi oleh peningkatan aktivitas transfer antar-kapal di Teluk Oman, jalur perdagangan yang sering digunakan untuk menyamarkan asal muatan minyak.
Volume transfer tersebut meningkat tajam pada Mei dan mencapai hingga 1,8 juta barel per hari pada awal Juni.
Penurunan persediaan minyak global yang terpantau semakin cepat pada Mei menjadi 143 juta barel. Hal itu membuat rata-rata laju penurunan stok sejak konflik dimulai mencapai 3,8 juta barel per hari.
Sementara itu, persediaan pemerintah negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) turun 163 juta barel ke level terendah sejak Desember 1990, menurut IEA.
Pengurangan stok global tersebut membantu membatasi kenaikan harga minyak meski gangguan pasokan berlangsung selama berbulan-bulan.