Situasi tersebut memicu lonjakan harga energi global. Harga minyak mentah melonjak signifikan, dengan Brent kembali menembus level USD100 per barel. Lonjakan ini memperbesar kekhawatiran pasar terhadap inflasi berbasis energi dalam beberapa bulan ke depan.
Data inflasi terbaru juga memperkuat sentimen negatif. Indeks harga konsumen (CPI) Amerika Serikat untuk Maret mencatat kenaikan tajam, didorong terutama oleh gangguan pasokan minyak akibat konflik Iran.
Kondisi ini meningkatkan kekhawatiran bahwa inflasi akan bertahan tinggi dan berpotensi menekan pertumbuhan ekonomi.
Di sisi lain, tekanan inflasi juga dapat membatasi ruang bagi Federal Reserve untuk menurunkan suku bunga dalam waktu dekat, bahkan berpotensi mempertahankan kebijakan moneter ketat sepanjang tahun ini.
(DESI ANGRIANI)