Steven menambahkan, fokus perseroan ke depan tertuju penuh pada akselerasi penyehatan kegiatan operasional utama serta pembenahan kondisi neraca keuangan, termasuk memusatkan kembali kapabilitas pada bisnis inti sebagai kontraktor konstruksi sejalan dengan arahan strategis pemegang saham.
“Perseroan pun akan terus berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan dalam mendukung proses pemulihan dan keberlanjutan usaha,” ujar Steven.
Sebelumnya, dalam Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO) pada Kamis (3/9/2026), para investor dan pemegang obligasi memberikan persetujuan penuh atas seluruh usulan restrukturisasi Obligasi III Tahap IV Tahun 2019, termasuk poin perpanjangan tenor.
Upaya penyehatan ini menyusul implementasi Master Restructuring Agreement (MRA) yang sebelumnya telah disepakati bersama 21 perbankan.
(NIA DEVIYANA)