sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Waskita (WSKT) Catat Nilai Kontrak Baru Rp12,52 Triliun Sepanjang 2025

Market news editor Desi Angriani
02/04/2026 13:21 WIB
Perolehan tersebut didominasi oleh proyek pemerintah, dari mulai jaringan irigasi, Sekolah Rakyat (SR), hingga mengerjakan konstruksi RSUD.
Waskita (WSKT) Catat Nilai Kontrak Baru Rp12,52 Triliun Sepanjang 2025 (Foto: dok WSKT)
Waskita (WSKT) Catat Nilai Kontrak Baru Rp12,52 Triliun Sepanjang 2025 (Foto: dok WSKT)

IDXChannel - PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) membukukan nilai kontrak baru Rp12,52 Triliun sepanjang 2025, naik signifikan dari periode sebelumnya Rp9,55 triliun. 

Perolehan tersebut didominasi oleh proyek pemerintah, dari mulai jaringan irigasi, Sekolah Rakyat (SR), hingga mengerjakan konstruksi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di berbagai wilayah guna mendukung Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC).

"Pengerjaan proyek-proyek itu merupakan wujud kontribusi Waskita dalam mensukseskan upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan yang menjadi fokus presiden saat ini. Kami akan terus mendorong sekaligus membantu keberhasilan program pemerintah," kata Corporate Secretary Waskita Karya, Ermy Puspa Yunita dalam keterangan resmi, Kamis (2/4/2026).

Dari sisi kegiatan operasional, per 31 Desember 2025 Waskita mengelola 63 proyek di berbagai wilayah di Indonesia dengan total nilai kontraknya mencapai Rp31,7 triliun.

Ermy menegaskan, kini fokus utama Waskita Karya yaitu menurunkan total utang. Di antaranya Master Restructuring Agreement (MRA) dan Kredit Modal Kerja Penjaminan (KMKP) 2021 yang sudah disetujui oleh 22 kreditur perbankan pada Oktober 2024 lalu, dengan total nilai outstanding sebesar Rp31,65 triliun.

Restrukturisasi yang dilakukan pada obligasi Non-Penjaminan senilai Rp3,35 triliun pun telah mendapatkan persetujuan atas tiga seri obligasi dari total empat seri. Persetujuan itu didapat melalui Rapat Umum Pemegang Saham Obligasi (RUPO).

“Upaya penurunan utang ini sejalan dengan strategi Rencana Penyehatan Keuangan (RPK) yang sudah disahkan pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)," tutur Ermy.

Dari sisi kinerja, total pendapatan atau revenue WSKT secara konsolidasi sebesar Rp8,85 triliun. Angka tersebut didukung oleh kontribusi anak usaha sebesar Rp3,1 triliun, dan pendapatan dari induk mencapai Rp5,75 triliun.

Ermy menjelaskan, pendapatan perseroan ditopang oleh sejumlah proyek yang tengah dikerjakan perusahaan. Pendapatan Perseroan berdasarkan segmentasi usaha bersumber dari segmen konektivitas sebesar Rp3,3 triliun, Sumber Daya Air (SDA) Rp1,4 triliun, gedung Rp1,2 triliun, serta lainnya sebesar Rp0,9 triliun.

Saat ini Waskita masih mencatat beban pokok pendapatan sebesar Rp7,2 triliun atau 82 persen dari Pendapatan Usaha. 

Sejalan dengan itu, perseroan mencatatkan laba bruto Rp1,58 triliun atau naik sekitar 12 persen dibandingkan dengan tahun 2024 yaitu Rp1,41 triliun. 

Perseroan juga mencatatkan Gross Profit Margin sebesar 18 persen pada 2025, membaik dibandingkan tahun 2024 yang sebesar 13 persen.

"Peningkatan laba bruto itu berhasil diraih Waskita berkat strategi efisiensi operasional proyek yang dijalankan. Tidak hanya di induk perusahaan tapi juga pada anak usaha," ujarnya.

Secara keseluruhan, perseroan berhasil menurunkan liabilitas sebanyak Rp2,21 triliun di antaranya percepatan divestasi jalan tol dan optimalisasi aset. 

Pada Desember 2025, Waskita lewat anak usahanya PT Waskita Karya Realty (WKR) resmi mendivestasikan 20 persen saham PT Waskita Modern Realty (WMR). 

(DESI ANGRIANI)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement