Sebab, penurunan populasi penduduk usia muda (20-29 tahun) juga terjadi di seluruh China. Namun demikian, salah satu faktor penyebab khusus pada penurunan populasi muda di Beijing adalah migrasi anak-anak muda ke luar negeri atau ke provinsi lain.
Pada Juni 2026, CNA melaporkan bahwa anak-anak muda di Beijing mulai mempertimbangkan opsi untuk mencari peluang ekonomi di luar kota selepas lulus kuliah. Kota tier satu itu memang masih atraktif bagi anak muda sebagai batu loncatan untuk pendidikan dan karier.
Namun, daya tarik Beijing kini mulai dipertimbangkan kembali oleh sejumlah anak muda, mengingat persaingan kerja yang semakin ketat dan biaya hidup yang tinggi. Selain itu, provinsi lain dan negara luar juga dinilai menawarkan peluang yang lebih menarik.
Selain itu, data resmi pemerintah kota Beijing mencatat bahwa total jumlah penduduk relatif stabil dalam lima tahun terakhir, dengan penurunan tipis. Yakni dari 21,89 juta jiwa pada 2020 menjadi 21,83 juta jiwa pada akhir 2024.
Sehingga, angka ini menunjukkan bahwa fenomena berkurangnya jumlah penduduk muda dan peningkatan penduduk lanjut usia bukanlah penurunan jumlah penduduk, melainkan perubahan komposisi demografi penduduk di kota tersebut.
(Nadya Kurnia)